Senin, 27 Februari 2012


Setetes airmata

Disaat engkau menangis bukan berarti engkau lemah,
Disaat engkau menangis juga bukan berati engkau rapuh,
Bisa saja airmata yang keluar itu adalah sumber dari kekuatanmu untuk bangkit,
Bisa saja juga airmata mu itu adalah obat dari penyakit hatimu,
Tidak ada yang pernah tau makna dari setetes airmata yang engkau jatuhkan di pipimu itu selain dirimu sendiri dan Sang Maha Pencipta,
Dan tidak ada juga yang bisa menebak dengan benar arti dari engkau menangis, kecuali dirimu sendiri dan Sang Maha Pencipta,
lalu masih pantaskah engkau menanggapi perkataan orang lain tentang airmata yang membasahi pipimu itu ??
lalu masih pantaskah engkau memikirkan perkataan orang lain tentang airmata yang membasahi pipimu itu ??
padahal engkau tau tak semua persepsi /anggapan mereka kepadamu itu benar,
dan padahal engkau juga tau bahwa mereka tak merasakan apa yang kamu rasakan pada saat engkau menangis,
tetap berprasangka baiklah kepada mereka karena mereka sebenarnya tidak tau dan tidak merasakan apa yang sedang engkau rasakan,
dan selalu berprasangka baiklah kepada mereka karena mereka adalah ujian bagimu dan dapat berbuah pahala jika engkau sabar menghadapinya,
sehingga bertekadlah bahwa dengan airmata mu itu dapat mempermudah engkau untuk memperbaiki diri,
dan bertekadlah bahwa dengan airmata mu itu engkau dapat melunturkan kerasnya batu karang di hatimu,
terus bangkit, dan jadikanlah hatimu menjadi filter untuk dirimu,
terus bangkit, dan jadikanlah hatimu menjadi sinar didalam dirimu,
tanpa pernah engkau sadari bahwa sebenarnya menangismu itu bisa menjadi sebuah kewajiban,
bukan kewajiban menangis hanya pada saat engkau bersedih,
bukan juga kewajiban menangis hanya pada saat engkau tersakiti,
namun engkau juga harus menyadari bahwa airmata yang  jatuh membasahi pipimu itu bisa menjadi sebuah kewajiban dikarena engkau menangis dengan mengingat dan dengan rasa takut mu kepada Sang Maha Pencipta.
Engkau takut kepada-Nya karena engkau mengingat setiap perbuatan yang engkau lakukan.
Engkau sadar betapa rendahnya engkau dihadapan-Nya.

“Rasa malu adalah kesadaran dari Iman
Sepele saja namun sering kita lupakan
Mari memperbaiki diri bersama-sama kawan”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar